Program merchant QRIS berhasil membuat warung menerima transfer. Itu separuh pekerjaan. Separuh lainnya—mencatat apa yang laku dan apa yang mengendap—masih kosong.

Aplikasi kasir gratis ditawarkan tiap minggu. Yang jarang ditawarkan adalah training 30 menit di jam sepi dan printer yang tidak macet di udara lembap.

Sales distributor masih menulis order di kertas. Warung bayar pakai QRIS. Dua sistem itu tidak saling bicara, jadi keputusan restock tetap berdasarkan firasat.

Digitalisasi UMKM bukan soal sticker QR di etalase. Soal menutup celah antara uang masuk dan keputusan beli barang berikutnya.